Monthly Archives: January 2010

Menguak Cyber Crime (Kejahatan Dunia Maya)

Masih ingatkah anda ketika sistem KPU (Komisi Pemilihan Umum) dibobol oleh hacker Indonesia, yang kemudian akhirnya terungkap dan pelakunya ditangkap oleh pihak berwajib. Bagaimana hal ini bisa terungkap pelakunya? Artikel berikut ini akan menjelaskannya…

Perkembangan komputer ternyata tidak hanya menolong manusia dalam melakukan pekerjaan yang baik-baik saja, namun juga sangat membantu dalam melakukan berbagai kejahatan baru. Tapi jangan takut karena kejahatan jenis ini juga bisa meninggalkan jejak yang sangat membantu para penyidik.

Julukan jaman serba komputer bagi era ini memang tidak salah. Mulai dari mengetik dokumen, mencari informasi di Internet, melakukan testing simulasi, melakukan pemeriksaan kesehatan, sampai dengan tindakan kriminal, penipuan dan terorisme mau tidak mau juga harus mengandalkan bantuan komputer. Perkembangan ini bagai dua mata pedang tajam, ada sisi baik ada juga sisi buruknya.
Sisi baiknya, pekerjaan Anda menjadi sangat terbantu dengan adanya sistem komputer dimana-mana. Revolusi pekerjaan mungkin saja akan terjadi nanti, di mana semua pekerjaan manusia dilakukan dan diselesaikan oleh komputer. Namun yang menjadi salah satu dari cukup banyak dampak buruknya, bagai api di siram minyak, kejahatan mendapatkan media baru untuk bekerja.

Dengan menggunakan bantuan komputer, kejahatan menjadi semakin mudah, cepat, leluasa dan semakin instan untuk dilakukan. Selain menggunakan kecanggihan dan keakuratan komputer dalam mengolah dan memanipulasi data, kejahatan juga memiliki media komunikasi publik baru untuk bekerja, yaitu Internet.
Dunia Internet merupakan media yang “nyamanâ€

Mengenal Kehebatan Web 2.0

Tahun ini Web 2.0 akan makin bersinar. Semua pengelola situs, baik pribadi maupun korporat berlomba-lomba mengadopsi aplikasi-aplikasi berbasis Web 2.0 yang merevolusi cara kita menggunakan internet.

Lima belas tahun yang lalu, internet bisa diibaratkan lautan situs yang berisi teks, angka dan foto dimana hanya si empunya situs yang boleh mengubah isinya. Situs-situs statis yang biasanya beralamatkan dengan akhiran .html ini hanya berfungsi sebagai pemberi informasi. Seiring dengan berkembangnya bahasa pemrograman khusus web, situs-situs dinamis mulai bermunculan. Situs-situs ini ada yang berakhiran .php, .asp, .js, dan sebagainya.

Berkembang pula CSS (Cascading Style Sheets) – berupa kode/tag untuk mendesain tampilan halaman web lebih dinamis – yang memungkinkan pembuat situs bisa mengubah desain tanpa mengganggu konten (isi situs). Saat itu maraklah istilah Content Management System (CMS). Masing-masing developer saling mengklaim bahwa aplikasi CMS buatannya canggih dan lengkap. Siapa saja asalkan memiliki username dan password untuk login bisa memuat tulisan dan foto ke dalam sebuah situs. Realita di dunia web saat itu masih dilabeli Web 1.0.

Nah, dua tahun terakhir ini, mencuat istilah baru, Web 2.0 yang sering kita baca di berbagai media. Apa itu Web 2.0? Web 2.0 adalah sebuah evolusi di dunia internet dimana siapa saja bisa berpartisipasi menjadi pemberi informasi dalam sebuah situs. Pemilik situs hanya menjadi fasilitator saja. Dalam perkembangan selanjutnya, Web 2.0 sudah bisa menyediakan aplikasi-aplikasi office, pengolah video, kalkulasi tabel, dan berbagai aplikasi lainnya yang berfungsi dalam browser tanpa perlu meng-install aplikasi-aplikasi tersebut dalam PC.

Agar lebih mudah memahaminya, coba tengok situs ensiklopedia terlengkap di jagad maya yang masih berbasis Web 1.0, Britannica Online. Seluruh konten situs dipegang oleh pihak Britannica sendiri. Sedangkan ensiklopedia ala Web 2.0 yang kini sudah banyak dikenal dan menjadi referensi banyak siswa dan mahasiswa adalah Wikipedia. Dalam situs ini, semua pengunjung bisa memberikan sumbangan, mengoreksi, dan melengkapi artikel-artikel yang ada di dalamnya. Kolaborasi dan partisipasi dari pengunjung situs juga terlihat pada situs MySpace dan YouTube. Saking inovatifnya, situs yang masing-masing dibangun oleh sepasang remaja ini dihargai gila-gilaan oleh investor kakap. Situs MySpace yang menjadi pionir situs komunitas pertemanan (seperti Friendster) dibeli oleh Rupert Murdoch, salah satu raja media. Situs YouTube, yang konsepnya diadaptasi dari acara televisi America’s Funniest Home Videos, dimana setiap anggota bebas memamerkan videonya, kini sudah menjadi milik Google.

Siapa saja asalkan memiliki username dan password untuk login bisa memuat tulisan dan foto ke dalam sebuah situs. Realita di dunia web saat itu masih dilabeli Web 1.0Google sendiri yang terkenal dengan sistem pencariannya yang hebat namun terlihat sederhana, tidak mau ketinggalan memanfaatkan kemajuan teknologi di era Web 2.0. Google sudah menawarkan aplikasi office berbasis web, Google Docs & Spreadsheets. Di manapun kita berada, di komputer apapun, asalkan ada koneksi internet dan browser, kita bisa mengedit dokumen Word dan Excell dengan mudah. Lewat browser, halaman kerja untuk mengetik muncul lengkap dengan toolbar standar seperti bold, italic, mengubah jenis huruf, merubah warna, membuat tabel, memasukkan gambar, dan sebagainya. Tidak hanya aplikasi office, aplikasi lain pun sudah bermunculan seperti aplikasi video editor dari Eyespot atau aplikasi pembuat diagram dari Gliffy. Bahkan sudah ada pula sistem operasi mirip Windows yang berjalan dalam browser, misalnya YouOS dan DesktopTwo.

Ebay dan Amazon juga tidak mau ketinggalan. Ebay memanfaatkan pengguna untuk layanan jual beli melalui internet di mana penjual dapat dinilai oleh pembeli-pembelinya secara online, sedangkan Amazon merupakan situs e-commerce yang memanfaatkan respon user untuk menghasilkan pencarian produk yang lebih sesuai serta memberikan informasi produk melalui fasilitas review.

Semuanya itu dimungkinkan dengan memanfaatkan teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. AJAX (Asynchronous Java Script and XML) merupakan kombinasi antara bahasa program XML dan JavaScript yang memungkinkan aplikasi web menjadi lebih interaktif dan kaya fitur sehingga menyerupai kemampuan aplikasi desktop. Dengan AJAX, kita dapat menulis script untuk berkomunikasi dengan server di latar belakang. Dengan begitu, situs tidak perlu selalu di-load ulang. Selain memanfaatkan AJAX, situs web 2.0 juga menggunakan teknologi flex (aplikasi rich internet berbasis flash dari Macromedia yang sekarang sudah dimiliki Adobe) dan lazlo (platform aplikasi flash open source).

Sedangkan RSS merupakan suatu teknologi yang memungkinkan ringkasan sebuah situs diakses tanpa perlu langsung mengunjungi situs bersangkutan. Kita hanya membutuhkan sebuah aplikasi berbasis web atau aplikasi desktop untuk menampilkan dan membaca web feed (sebuah file yang memuat ringkasan sebuah website) dari website yang kita inginkan. Artinya, kita bisa membaca isi berbagai situs dalam satu waktu sekaligus tanpa perlu membuka situs-situs itu satu per satu.

Kehebatan Web 2.0 masih terus dieksplorasi dan dikembangkan. Tidak tertutup kemungkinan, di masa depan, semua aplikasi yang kini bercokol di desktop, bermigrasi ke platform internet. Cukup lewat browser, orang bisa menyelesaikan pekerjaan kantor, mendengar lagu, menonton film, bahkan membuat film. Peluang membuat bisnis baru di internet pun pasti semakin lapang. MLP (Berita Indonesia 38)

Ciri-ciri Web 2.0
Sebuah artikel berjudul What is Web 2.0 karangan Tim O’Reilly (salah satu pencetus istilah Web 2.0) bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui ciri-ciri aplikasi Web 2.0.

The Web as Platform
Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platform-nya. Ibarat menggunakan Adobe Photoshop sebagai aplikasi dan Windows XP sebagai platform. Aplikasi-aplikasi Web 2.0 dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Selain tidak dibatasi oleh sistem operasi, kita tidak perlu meng-install apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini.

Harnessing Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memanfaatkan keahlian dan kepintaran dari banyak orang secara kolaboratif misalnya ensiklopedia online Wikipedia. Di situ semua orang bisa terlibat membuat dan mengedit artikel dengan tetap menuruti peraturan yang dibuat oleh Wikipedia.

End of the Software Release Cycle
Aplikasi Web 2.0 berbeda dengan aplikasi yang selama ini kita kenal di lingkungan Windows. Aplikasi berbasis Windows biasanya mengalami perbaruan dalam rentang waktu tertentu misalnya 1-2 tahun sekali. Misalnya Photoshop 5, 7, CS, CS2, CS3. Sedangkan aplikasi Web 2.0 selalu diperbaharui secara kontinyu karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Pengguna tinggal menikmati tanpa repot-repot meng-install aplikasi tersebut di komputer mereka.

Lightweight Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Oleh karena itu, orang lain bisa membuat layanan baru berkolaborasi dengan situs induk. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah Mashup. Mashup merupakan aplikasi yang dapat mencampur konten-konten yang ada menjadi sebuah tawaran baru. Misalnya, Geo-tagging pada portal foto Flickr menunjukkan seberapa besar kemampuan Web 2.0. Pengguna melihat sebuah foto liburan yang indah, mengkliknya dan melalui Google Maps langsung tiba di lokasi tersebut serta memesan hotel di sana. Jika informasi dari berbagai database bertemu, tersedia banyak kemungkinan yang samasekali baru.

Software Above the Level of a Single Device
Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contoh sederhananya, kita bisa memasukkan lagu-lagu MP3 ke iPod lewat software iTunes yang berkolaborasi dengan situs iTunes (toko musik online).

Rich User Experiences
Aplikasi Web 2.0 menawarkan kepada pengguna tampilan menu yang lengkap dan tidak kalah dengan aplikasi versi Windows meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi AJAX memungkinkan semuanya itu. Sekarang kita tidak perlu lagi heran ketika membuka e-mail di internet, kita seakan membuka Outlook di Windows. Contohnya Gmail.

Mengenal Kehebatan Web 2.0 – Majalah Berita Indonesia

Berita Indonesia – Toleransi, demokrasi dan Perdamaian

melaluiMengenal Kehebatan Web 2.0 – Majalah Berita Indonesia.

Program Pengolahan Warna dengan Visual Basic

Waktu praktek Pengolahan Citra, kami ditugasi untuk membuat program pengolahan warna dengan VB. Ternyata bikinnya enggak susah lho… dan cukup bermanfaat juga buat saya sendiri yang suka nyari-nyari kode warna buat gambar ( ya sebenarnya di program pengolah gambar juga ada sih ) . Tapi kalau gini kan praktis, enggak usah pake buka program pengolah gambar dulu . Oh ya … saya buat tutorial ini biar teman-teman bisa mencoba, sayang rasanya kalau dapat ilmu tapi enggak di bagi-bagi dan ini bisa dijadikan knowldge base juga buat saya
0Oo
Ok, sekarang kita mulai bikin programnya (^^)

Pertama buat form dengan tampilan seperti diatas.
Pengaturan property untuk setiap obyeknya :
Object Properties Value
Form1 Caption Color
Text1 Text (dikosongkan)
Label1 Caption Merah
Label2 Caption Hijau
Label3 Caption Biru
HScroll1 (Name) hsbMerah
Max 255
HScroll2 (Name) hsbHijau
Max 255
HScroll3 (Name) hsbBiru
Max 255
gh
Setelah itu, ketik kode berikut di kode editornya
view source
print?
01 Private Sub warna()
02 Text1.BackColor = RGB(hsbMerah.Value, hsbHijau.Value, hsbBiru.Value)
03 Label1.Caption = hsbMerah.Value
04 Label2.Caption = hsbHijau.Value
05 Label3.Caption = hsbBiru.Value
06 End Sub
07
08 Private Sub hsbMerah_Change()
09 warna
10 End Sub
11
12 Private Sub hsbMerah_Scroll()
13 warna
14 End Sub
15
16 Private Sub hsbHijau_Change()
17 warna
18 End Sub
19
20 Private Sub hsbHijau_Scroll()
21 warna
22 End Sub
23
24 Private Sub hsbBiru_Change()
25 warna
26 End Sssub
27
28 Private Sub hsbBiru_Scroll()
29 warna
30 End Sub
0O
Kalau sudah selesai, Run dan jalankan. Silahkan bereksplorasi dengan warna

0O0
Oh ya, program diatas itu masih dasarnya aja. Kalau mau di hias atau di- rapikan user interface – nya juga bisa. Saya iseng-iseng merubah tampilannya, jadinya kayak gini deh

Ya… program di atas masih sederhana. Rencananya pengen di tambahin nilai hexa-nya, kalau yang ini kan hanya menampilkan nilai RGB saja. Terus pengen ditambahkan color picker juga. Nanti kalau bisa, insya Allah akan saya tulis di blog ini

Profile Kalimantan Timur

more about "Profile Kalimantan Timur", posted with vodpod

Tutorial PHP

Tutorial PHP:
Apa sih PHP itu?

Apa sih PHP itu ? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak rekan-rekan saat mendengar kata PHP. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). Dengan PHP ini Anda dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.
Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah. Database tersebut adalah :
• dBase
• DBM
• FilePro
• mSQL
• MySQL
• ODBC
• Oracle
• Postgres
• Sybase
• Velocis
Selain itu PHP juga mendukung koneksi dengan protokol IMAP, SNMP, NNTP dan POP3.
Tutorial PHP:
Yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP
Untuk dapat menjalankan PHP Anda membutuhkan sebuah web server. Anda yang pake Linux dapat menggunakan Apache (www.apache.org) sebagai web servernya. Anda pemakai Windows 98 paling enak menggunakan Personal Web Server (sama2 produk Microsot, keuntungannya bisa sekalian buat belajar ASP). Web server Xitami (www.imatix.com) dapat digunakan apabila Anda menggunakan Windows NT.
Sedangkan PHP-nya sendiri dapat Anda download dari www.php.net. Perhatikan bahwa PHP yang Anda download sesuai dengan sistem operasi komputer Anda (Linux atau Windows).
Install PHP pada Windows 98
1. Setelah Anda mendapatkan PHP dalam bentuk file zip, segera ekstrak dengan menggunakan WinZip atau pun WinRar.
2. Ganti nama file php.ini-dist menjadi php.ini.
3. Copy semua file tersebut (totalnya ada 10 file) ke directory Windows Anda (biasanya C:\Windows).
Langkah selanjutnya adalah mengganti setting pada registry Windows.
1. Dari menu Start, pilih Run.
2. Ketikkan regedit, klik OK.
3. Buka cabang HKEY_CLASSES_ROOT.
4. Buat key baru dengan cara klik kanan pada HKEY_CLASSES_ROOT, pilih New – Key.
5. Beri nama key tersebut dengan .php3.
6. Pada panel sebelah kanan klik 2x pada [Default] dan isi dengan php3file.
7. Buat key baru lagi pada HKEY_CLASSES_ROOT.
8. Beri nama key baru tersebut dengan php3file.
9. Pada php3file, buat key baru dengan nama Shell.
10. Pada php3file\Shell, buat key baru dengan nama Open.
11. Pada php3file\Shell\Open, buat key baru dengan nama Command.
12. Pada panel sebelah kanan klik2x pada [Default] dan isi dengan C:\Windows\php.exe.
13. Buka key HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\
Services\W3SVC\Parameters\Script Map.
14. Pada panel sebelah kanan buat string value baru dengan cara klik kanan (pada panel sebelah kanan), pilih New – String Value.
15. Beri nama dengan .php3.
16. Klik 2x pada .php3 tersebut.
17. Isi dengan C:\Windows\Php.exe.
Untuk mengecek apakah PHP Anda sudah terinstall dengan baik, tulis kode berikut ini dan simpan dengan nama test.php3.

Jika PHP sudah terinstall dengan baik maka saat file tersebut dibaca dari browser akan terlihat informasi mengenai PHP.
Tutorial PHP:
Menginstall PHP Triad
Selama ini Anda mungkin hanya mengenal Personal Web Server (PWS) sebagai web server untuk menjalankan PHP pada sistem operasi Windows 9x. Padahal selain PWS Anda juga bisa menggunakan Apache sebagai web servernya. Untuk menginstall Apache for Windows Anda dapat menggunakan PHP Triad yang merupakan “kumpulan” dari berbagai software yaitu:
• PHP – 4.0.5
• MySQL – 3.23.32 (database server)
• Apache – 1.3.14 (web server)
• PHPMyAdmin – 2.1.0 (untuk administrasi database)
• Perl – nsPerl 5.005_03
Jadi dengan menginstall PHP Triad Anda dapat menggunakannya untuk belajar PHP, Perl dan database MySQL. Untuk menginstall PHP Triad caranya adalah sebagai berikut:
1 Download PHP Triad di http://www.phpgeek.com

2 Untuk memulai proses install, klik 2x pada file yang baru Anda download tersebut dan tunggu sampai proses install selesai.
3 Untuk menjalankan Apache, klik Start – Programs – PHP Triad – Start Apache.
Untuk menjalankan MySQL, klik Start – Programs – PHP Triad – Start MySQL.
4. Untuk mengecek Apache, klik shortcut Launch Site. Jika pada browser muncul tulisan “Welcome to PHPTriad for Windows … ” maka proses install yang Anda lakukan berhasil.
5. Untuk mengecek MySQL, klik Start MySQL dan PHPMyAdmin. Jika Anda melihat tulisan “Welcome to phpMyAdmin…” berarti proses install berhasil.
6. Sampai di sini proses intall telah selesai. Jika sewaktu-waktu Anda ingin mencoba script PHP dan database MySQL Anda harus menjalankan Apache dan MySQL terlebih dahulu.
tambahan :
Letakkan script PHP Anda di C:\apache\htdocs.
Tutorial PHP:
Sintaks dasar PHP
Ada empat macam cara penulisan kode PHP, yaitu :
1.
2.
3.
echo (“tulis pake ini jika html editor Anda tidak mengenali PHP”);

4.
Anda bisa memilih salah satu dari empat cara tersebut. Tapi yang paling sering digunakan adalah cara pertama dan kedua. Perhatikan bahwa tiap akhir baris harus selalu diberi tanda titik koma (;).
Seperti pada bahasa pemrograman lain Anda pun bisa meletakkan baris komentar pada program Anda. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut di sebelah kanan tanda // jika komentar satu baris dan di antara /* dan */ jika komentarnya lebih dari satu baris.

Tutorial PHP:
Tipe Data

PHP mengenal tiga macam tipe data, yaitu :
1. Integer
2. Floating point number
3. String
Integer
Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak pakai koma). contoh :

$a = 1234 // desimal
$b = – 1234 // negatif
$c = 0123 // oktal
$d = 0×12 // heksadesimal
pernyataan seperti $a = 1234 disebut pernyataan penugasan. Dalam contoh tersebut maksudnya adalah memberikan nilai 1234 ke variabel $a.
Floating point number
Disebut juga bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahan.
$a = 1.234 // bentuk biasa
$b = 1.2e3 // bentuk eksponensial
Strings
$a = “ini adalah tipe data string”
Tutorial PHP:
Array

Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array, yang masing-masing elemen dapat diakses tersendiri melalui indeks array.
Array berdimensi satu

Kode di atas bila dijalankan pada browser, akan muncul tulisan :
Kota favorit saya adalah Malang.
Indeks array dimulai dari 0. Jadi indeks array 0 menyatakan elemen pertama dari array, indeks array 1 menyatakan elemen array kedua, dan seterusnya.
Array multidimensi
Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak pakai koma). contoh :

array(
“warna” => “merah”,
“rasa” => “manis”
),
“pisang” => array(
“warna” => “kuning”,
“rasa” => “manis”
)
);

print (“Warna buah apel adalah “);
print ($buah["apel"]["warna"]).”
“;
print (“Rasa buah pisang adalah “);
print ($buah["pisang"]["rasa"]);
?>

Kode di atas akan menghasilkan tulisan
Warna buah apel adalah merah
Rasa buah pisang adalah manis
Pengulangan dengan For
Seperti halnya bahasa pemrograman lain, PHP juga menyediakan fasilitas untuk melakukan pengulangan. Salah satunya adalah dengan menggunakan For.

Pengulangan

<?
for ($count = 1; $count <= 10; $count++)
{
print ("Ini adalah baris ke-$count
“);
}
?>

Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Ini adalah baris ke-1
Ini adalah baris ke-2
Ini adalah baris ke-3
Ini adalah baris ke-4
Ini adalah baris ke-5
Ini adalah baris ke-6
Ini adalah baris ke-7
Ini adalah baris ke-8
Ini adalah baris ke-9
Ini adalah baris ke-10
Pada saat baris pengulangan (yang dimulai dari for ($count = 1; $count <= 10; $count++)) dijalankan untuk pertama kali, maka nilai $count adalah 1. Oleh karena itu baris paling atas yang tercetak pada browser adalah:
Ini adalah baris ke-1
Pengulangan tersebut akan terus dijalankan selama nilai $count lebih kecil atau sama dengan 10.
Pengulangan dengan While
Selain dengan For, kita juga dapat melakukan pengulangan dengan menggunakan While.

Pengulangan dengan while

<?
$count = 1;
while ($count <=10)
{
print ("Baris nomer $count
“);
$count = $count + 1;
}
?>

Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Baris nomer 1
Baris nomer 2
Baris nomer 3
Baris nomer 4
Baris nomer 5
Baris nomer 6
Baris nomer 7
Baris nomer 8
Baris nomer 9
Baris nomer 10
Pengulangan tersebut akan terus dijalankan selama nilai $count lebih kecil atau sama dengan 10.
Mengenal function
Function atau merupakan sejumlah pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama. Nama ini selanjutnya dapat dipanggil berkali-kali di beberapa tempat pada program.
Tujuan penggunaan fungsi adalah:
- Memudahkan dalam mengembangkan program
- Menghemat ukuran program
Untuk membuat fungsi, harus mengikuti syntax sebagai berikut:
function namafungsi ($parameter1, $parameter2)
{
pernyataan1;
pernyataan2;
}
Contoh 1 : membuat fungsi yang tidak mempunyai parameter
Nama file : fungsi1.php
<?
function BukaTabel()
{
echo "

\n”;
echo “
\n”;
echo “”;
}
function TutupTabel()
{
echo “

\n”;
}
?>

Latihan Fungsi 1

<?php
BukaTabel();
print ("Ini tabel pertama");
TutupTabel();
print ("
“);
BukaTabel();
print (“Ini tabel kedua”);
TutupTabel();
?>

Contoh 2 : membuat fungsi yang mempunyai parameter
Nama file : fungsi2.php
<?
function BukaTabel($warna1, $warna2)
{
echo "

\n”;
echo “
\n”;
echo “”;
}
function TutupTabel()
{
echo “

\n”;
}
?>

Latihan Fungsi 2

<?php
BukaTabel("red", "#dddddd");
print ("Ini tabel pertama");
print ("

“);
print (“

“);
print (”

“);
print (”

“);
print (“

Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3

“);
TutupTabel();
print (“
“);
BukaTabel (“blue”, “white”);
print (“Ini tabel kedua”);
TutupTabel();
?>

Fungsi pd PHP yang berhubungan dg file
Oleh : Felix
integer fopen(string filename, string mode)
Fungsi ini digunakan untuk membuka file terlebih dahulu sebelum dilakukan proses penulisan atau pembacaan isi file.
contoh :

Untuk mengetahui dengan jelas fungsi fopen, silakan mencoba sendiri dengan berbagai mode yang ada seperti yang tercantum di bawah ini.
Mode Operasi
r[b] hanya pross baca[binary]
w[b] hanya proses write, jika file belum ada maka akan dibuat file baru, jika file sudah ada maka isi file akan “ditimpa” oleh isi file yang baru [binary]
a[b] menambahkan ke isi file yang sudah ada [binary]
r+[b] baca dan tulis [binary]
w+[b] baca dan tulis jika file belum ada maka akan dibuat file baru, jika file sudah ada maka isi file akan “ditimpa” oleh isi file yang baru [binary]
a+[b] baca dan tulis, isi file yang baru ditambahkan setelah baris terakhir pada file yang sudah ada [binary]
string fgets (integer file_handle, integer length)
Fungsi ini digunakan untuk membaca string atau isi dari sebuah file.
contoh :

Jika Anda menjalankan script di atas maka yang nampak pada browser adalah isi dari file data.txt.
ngsi pd PHP yang berhubungan dg file
Oleh : Felix
boolean fclose(integer file_handle)
Digunakan untuk menutup file.
Lihat contoh sebelumnya.
boolean feof (integer file_handle)
Fungsi ini akan mengembalikan nilai true jika pointer terletak pada bagian akhir dari file (baris terakhir).
while (!feof($MyFile))
{
$MyLine = fgets ($MyFile, 255);
print ($MyFile);
}
Contoh di atas maksudnya adalah selama belum mencapai “baris terakhir” dari file (posisi pointer terakhir) maka program akan terus membaca isi file. Pendeknya program tersebut akan membaca keseluruhan isi dari file.
boolean file_exists(string filename)
Fungsi ini akan mengembalikan nilai true jika file yang dibaca exists (ada).
<?
if (file_exists("data.txt"))
{
print ("Terdapat file data.txt");
}
else
{
print ("Tidak terdapat file data.txt");
}
Jika pada current direktory terdapat file data.txt maka program akan menampilkan tulisan "Terdapat file data.txt" (tidak pakai tanda petik).
Membuat buku tamu
Buku tamu ini terdiri dari 2 file, file pertama bernama guestbook.php3 yang merupakan file utama. File kedua bernama entry.dat yang digunakan untuk menyimpan isi buku tamu.

Contoh Guestbook www.klik-kanan.com

FONT,body,td,table {font-family : verdana;font-size : 11px;}
b {
font-family : Arial;
font-weight : bold;
}
a,a:hover,.link{font-family: verdana;font-size: 8pt;font-color: 66666;}

BUKU TAMU

dari www.klik-kanan.com

<form action="” method=”post”>

Nama
Email
Homepage
Komentar
<?
if ($name == "" || $email == "" || $message == "")
{
for ($i=0; $i<3; $i++)
{
echo ".";
sleep(1);
flush();
}
$filesize = filesize("entry.dat");
$file = fopen("entry.dat","r");
$buffer = fread($file,$filesize);
echo "$buffer";
fclose($file);
}
else if ($send_status == "ok")
{
$filesize = filesize("entry.dat");
$file = fopen("entry.dat","r");
$buffer = fread($file,$filesize);
fclose($file);
$today = getdate();
$bulan = $today[month];
$mday = $today[mday];
$tahun = $today[year];
$tanggal = "$bulan $mday, $tahun";
$file = fopen("entry.dat","w");
$parsed_message = strip_tags($message,",“);
$parsed_message_br = str_replace(“\n”,”
“,$parsed_message);
$today = date( “Ymd”, time() );
$message_table =”
$tanggal
Nama : $name
Email : $email
Homepage : $url
Komentar :$parsed_message_br
“;
fputs($file,”$message_table \n $buffer”);
fclose($file);
}
else if ($view_guestbook == “View Guestbook”){
$filesize = filesize(“entry.dat”);
$file = fopen(“entry.dat”,”r”);
$buffer = fread($file,$filesize);
echo “$buffer”;
fclose($file);

}
?>

 

Membuat counter image
Oleh : Henry SP
Counter ini terdiri dari 3 file utama, file pertama bernama acounter.php3 yang merupakan halaman web yag digunakan untuk menampilkan counter. Jumlah pengunjung disimpan pada file kedua yang bernama acount.txt. File terakhir adalah file ip.txt yang digunakan untuk menyimpan ip address pengunjung web.

Contoh Counter dengan image www.klik-kanan.com

www.klik-kanan.com

- Anda pengunjung ke –


<?php
// letak image yang digunakan sebagai counter
$img = "http://localhost/php/counter/";
// letak image animasi
$animated_img = "http://localhost/php/counter/ani/";
// Berapa digit yang ditampilkan
$padding = 6;
// ukuran lebar dan tinggi file image
$width = 16;
$height = 22;
// letak file log
$fpt = "acount.txt"; //
$lock_ip =0; // IP locking, 1=ya 0=tidak
$ip_lock_timeout =30; // dalam menit
$fpt_ip = "ip.txt"; // file IP log
function checkIP($rem_addr) {
global $fpt_ip,$ip_lock_timeout;
$ip_array = file($fpt_ip);
$reload_dat = fopen($fpt_ip,"w");
$this_time = time();
for ($i=0; $i<sizeof($ip_array); $i++) {
list($ip_addr,$time_stamp) = split("\|",$ip_array[$i]);
if ($this_time < ($time_stamp+60*$ip_lock_timeout)) {
if ($ip_addr == $rem_addr) {
$found=1;
}
else {
fwrite($reload_dat,"$ip_addr|$time_stamp");
}
}
}
fwrite($reload_dat,"$rem_addr|$this_time\n");
fclose($reload_dat);
return ($found==1) ? 1 : 0;
}
if (!file_exists($fpt)) {
$count_dat = fopen($fpt,"w+");
$digits = 0;
fwrite($count_dat,$digits);
fclose($count_dat);
}
else {
$line = file($fpt);
$digits = $line[0];
if ($lock_ip==0 || ($lock_ip==1 && checkIP($REMOTE_ADDR)==0)) {
$count_dat = fopen($fpt,"r+");
$digits++;
fwrite($count_dat,$digits);
fclose($count_dat);
}
}
$digits = sprintf ("%0".$padding."d",$digits);
$ani_digits = sprintf ("%0".$padding."d",$digits+1);
echo "

\n”;
$length_digits = strlen($digits);
for ($i=0; $i < $length_digits; $i++) {
if (substr("$digits",$i,1) == substr("$ani_digits",$i,1)) {
$digit_pos = substr("$digits",$i,1);
echo ("

\n”);
}
else {
$digit_pos = substr(“$ani_digits”,$i,1);
echo (”

\n”);
}
}
echo “

\n”;
?>

Membuat collapse menu

<?
echo '‘;
class submenu {
var $urls;
var $desps;
var $cot;
var $id;
//easily modify you menu symbols, can also use image tags
var $openSymbol = ‘(+)’;
var $closedSymbol = ‘(–)’;
var $itemBranch = ‘      &nbsp|—’;
function create($id) {
$this->cot=0;
$this->id=$id;
}
function add($url, $desp) {
$this->urls[$this->cot]=$url;
$this->desps[$this->cot]=$desp;
$this->cot++;
}

function open() {
$i=0;
while($icot) {
if ($i==0) {
global $PHP_SELF;
echo ‘‘.$this->closedSymbol.$this->desps[0].’
‘;
}
else {
echo $this->itemBranch.’urls[$i].’”>’.$this->desps[$i].’
‘;
}
$i++;
}
}

function close() {
global $PHP_SELF;
if (! $this->id){

} else {

echo ‘id.’”>’.$this->openSymbol.$this->desps[0].’
‘;

}

}

}

class menu {
var $submenus;
var $cot;
var $id;

function create() {
$this->cot=0;
$this->id=2;
}

function add($submenu) {
$this->submenus[$this->cot]=new submenu;
$this->submenus[$this->cot]=$submenu;
$this->cot++;
}

function show() {
$i=0;
$tmp = new submenu;
while ($icot) {
$tmp=$this->submenus[$i];
if ($tmp->id==(string)$this->id) {
$tmp->open();
}
else {
$tmp->close();
}
$i++;
}
}

function hide() {
$tmp = new submenu;
$tmp->close();
}
}
$sm_1=new submenu;
$sm_1->create(’1′);
$sm_1->add(”,’ Download File’);
$sm_1->add(‘http://www.winxpinfo.com’,'Windows XP’);
$sm_1->add(‘http://www.freestuffhome.net’,'Gratisan’);
$sm_1->add(‘http://www.adcsoft.com’,'ADC Software’);
$sm_1->add(‘http://www.lutfian.com’,'Lutfian Software’);
$sm_2=new submenu;
$sm_2->create(’2′);
$sm_2->add(”,’ Search Engine’);
$sm_2->add(‘http://www.google.com’,'Google’);
$sm_2->add(‘http://www.yahoo.com’,'Yahoo’);
$sm_2->add(‘http://www.Altavista.com’,'Altavista’);
$sm_2->add(‘http://www.searchindonesia.com’,'Search Indonesia’);
$sm_3=new submenu;
$sm_3->create(’3′);
$sm_3->add(”,’ Tutorial Klik-Kanan.com’);
$sm_3->add(‘http://www.klik-kanan.com/tutorial/perl/index.shtml’,'Perl’);
$sm_3->add(‘http://www.klik-kanan.com/tutorial/registry/index.shtml’,'Registry’);
$sm_3->add(‘http://www.klik-kanan.com/tutorial/php/index.shtml’,'PHP’);
$sm_3->add(‘http://www.klik-kanan.com/desainweb/html/index.shtml’,'Desain Web’);
$sm_4=new submenu;
$sm_4->create(’4′);
$sm_4->add(”,’ Berita’);
$sm_4->add(‘http://www.detik.com’,'Detik’);
$sm_4->add(‘http://www.detikinet.com’,'Detikinet’);
$sm_4->add(‘http://www.kompas.com’,'Kompas’);
$sm_4->add(‘http://www.Astaga.com’,'Astaga’);
$m_1=new menu;
$m_1->create();
$m_1->add($sm_1);
$m_1->add($sm_2);
$m_1->add($sm_3);
$m_1->add($sm_4);

if ($action==”) {
$m_1->show();
}

if ($action==’open’) {
$m_1->id=$id;
$m_1->show();
}

if ($action==’close’) {
$m_1->id=$id;
$m_1->hide();
$m_1->show();
}

echo ‘‘;
?>
Menginstall buku tamu Advanced Guestbook
Buku tamu merupakan fasilitas yang biasa terdapat pada suatu situs. Dengan adanya buku tamu tersebut maka memungkinkan pengunjung untuk memberikan saran atau sekedar komentarnya.
Jika Anda ingin menambahkan fasilitas buku tamu pada situs Anda tanpa mau pusing-pusing bikin script-nya, Anda dapat mencoba puluhan script buku tamu gratis dari internet. Salah satu yang cukup baik (yang juga digunakan pada situs ini) adalah Advanced Guestbook.
Untuk menginstall Advanced Guestbook caranya sebagai berikut:
1. Pertama download dahulu script Advanced Guestbook dari http://www.proxy2.de. Kemudian ekstrak ke folder di dalam C:\Inetpub\wwwroot (jika Anda menggunakan PWS). Misalnya C:\Inetpub\wwwroot\guestbook.
Buka file config.inc.php, kemudian ubah setting pada bagian database setting:
/* database settings */
$GB_DB["dbName"] = “MyGuestbook”;// nama database yg
// digunakan
$GB_DB["host"] = “localhost”; // nama host
$GB_DB["user"] = “root”; // username
$GB_DB["pass"] = “”; // password
Dalam contoh ini nama database yang akan digunakan untuk menyimpan buku tamu adalah MyGuesbook.
2. Dengan menggunakan browser (misalnya Internet Explorer), jalankan file install.php. Jika Anda menginstall Advanced Guestbook di C:\Inetpub\wwwroot\Guestbook maka pada Address bar dari Internet Explorer Anda dapat mengetikkan http://localhost/guestbook/install.php/. Akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini:

Karena sebelumnya kita belum membuat databasenya maka klik pada tombol Create new DB and table. Jika sebelumnya Anda telah membuat tabel MyGuestbook Anda dapat mengklik pada tombol Create table.
3. Jika proses pembuatan database dan tabel berhasil maka akan muncul pesan sebagai berikut:
Advanced Guestbook
———————————————————
Database and Tables were created successfully!

Your new database: MyGuestBook
Your MySQL host: localhost
Your MySQL username: root
Click now here to setup the guestbook admin…
Klik pada link “Click now here to setup the guestbook admin… “
4. Pada halaman Guestbook – Administration, masukkan username dan password Anda. Saat pertama kali diinstall usernamenya adalah “test” dan passwordnya “123″ (tanpa tanda petik).

5. Jika username dan password yang Anda masukkan benar, maka Anda segera masuk ke halaman G U E S T B O O K A D M I N. Pada halaman tersebut Anda dapat melakukan berbagai setting buku tamu. Misalnya, General Setting digunakan untuk mengatur setting umum dari buku tamu seperti jumlah data per halaman, bahasa, email notifikasi dan sebagainya.
Yang lebih penting lagi adalah Anda harus segera mengubah username dan password defaultnya, demi keamanan data Anda.
6. Selamat mencoba……….

Membuat Form Kontak

Hampir di setiap website memiliki fasilitas Bukutamu ataupun kontak. Ada yang terkirim ke email ada pula yang terkirim ke database. Pada artikel kali ini kita membuat form semacam bukutamu yang terkirim ke email dan bukan ke database. Keuntungan pengiriman melalui email ini, kita bisa menghemat space hosting. Selain itu, kita bisa menggunakan layanan email gratis yang spacenya cukup besar seperti yahoo atau gmail.
Untuk membuat aplikasi ini, kita membutuhkan class phpmailer supaya lebih mudah dan tidak perlu repot coding. Anda bisa mendownload class phpmailer di sini. Untuk kepentingan tutorial ini, Anda dapat melakukan download file tersebut disini. Hasil download merupakan file .zip yang terdiri dari 4 file, yaitu: class.phpmailer.php , class.smtp.php, action_form.php dan form.php. Yang perlu Anda edit adalah file form.php yang merupakan form untuk mengirimkan email dan file action_form.php yaitu file untuk memproses masukan dari form.php.
PLAIN TEXT
PHP:
1. /*
2. File Form.php Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda
3. */
4.
5.
6.
7.

8.
9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

Fungsi PHPMailer
Nama
Email
Subject
Keterangan
 

36.
Pada file form.php di atas ada beberapa unsur masukan, yaitu Nama Pengirim, email, subjek dan Isi pesan. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Berikutnya adalah mengedit file action_form.php. sesuaikan dengan konfigurasi email Anda.
PLAIN TEXT
PHP:
1. session_start();
2. if(isset($_POST['submit'])){
3. if($_POST['ccek'] == $_SESSION['capcay']){
4. //echo “Lolos Validasi”;
5.
6.
7.
8. require_once(“class.phpmailer.php”); // Sesuaikan dengan lokasi file class.phpmailer.php anda
9.
10. $mail = new PHPMailer();
11.
12. // setting
13. $mail->IsSMTP(); // Fungsi Pengiriman dengan SMTP
14. $mail->Host = “rumahweb.info”; // server mail anda
15. $mail->SMTPAuth = true;
16. $mail->Username = “dhyar@rumahweb.info”; // username email anda
17. $mail->Password = “123456d”; //
18.
19. // pengirim
20. $mail->From = “dhyar82@gmail.com”; // Masukan dari form.php variabel email
21. $mail->FromName = “Dhyar Irdiansyah”; // Masukan dari form.php variabel nama
22.
23. // penerima
24. $mail->AddAddress(“$_POST[email]“,”$_POST[nama]“);
25. //$mail->AddCC(“$_POST[email]“,”,$_POST[nama]“); // Jika email akan dikirimkan juga ke pengirim –> masukan dari form : CC
26. $mail->AddBCC(“dhyar@rumahweb.info”); // alamat email BCC
27.
28. // kirim balik
29. $mail->AddReplyTo(“$_POST[email]“,”$_POST[nama]“); // Kirim balik jika ingin reply
30.
31. $mail->WordWrap = 50; // set word wrap
32. //$mail->AddAttachment(getcwd() . “/$_POST[file1]“); // attachment –> hapus double slash untuk mengaktifkan
33. $mail->IsHTML(true); // send as HTML
34.
35. //Subject dan isi Pesan
36. $mail->Subject = “$_POST[subject]“;
37. $mail->Body = “$_POST[pesan]“;
38. $mail->AltBody = “$_POST[pesan]“;
39.
40. if(!$mail->Send())
41. {
42. echo “Message was not sent

“;
43. echo “Mailer Error: ” . $mail->ErrorInfo;
44. exit;
45. }
46.
47. echo “Terima Kasih telah Menghubungi Kami”;
48. } else {
49. echo “Salah”;
50. }
51. }
Selamat Mencoba …!

PHP & MySQL Tutorial Dasar

Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba melakukan operasi – operasi dasar pada PHP MySQL.
1. Membuat koneksi

Penjelasan Script:
a. mysql_connect
digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:
mysql_connect(”localhost”,”username”,”password”);
b. mysql_select_db
untuk memilih database yang akan digunakan.
c. if (!$conn) die (”Koneksi gagal”);
jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan
Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka kita melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.
2. Membuat tabel pada MySQL

Penjelasan script:
1. include (”konfig.php”);
perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).
2. mysql_query
format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query).
mysql_query akan sering dijumpai pada artikel kali ini.
3. Memasukkan data pada tabel

4 . Menampilkan data dari tabel
<?php
include (”konfig.php”);
$query = “SELECT * FROM user”;
$result = mysql_query($query);
$numrows = mysql_num_rows($result);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
echo “Jumlah data: $numrows
”;
echo “Nama Depan: $row[namadpn]
”;
echo “Nama Belakang: $row[namablkg]
”;
echo “Negara: $row[negara]“;
} ?>
Penjelasan script:
1. mysql_num_rows
digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).
2. while ( ) {
}
digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).
3. mysql_fetch_array
menampilkan data dari tabel dalam bentuk array
Untuk penggunaan lainnya (hapus, update, dsb) yang berubah hanya string query-nya saja.